MAZHAB
SOSIALIS
A. Sejarah Pemikiran
Ekonomi Kaum Perintis Sosial
Sosialisme muncul sebagai faham
ekonomi dan kemasyarakatan pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 M di
Eropa. Revolusi industri yang terjadi di Inggris telah memunculkan kelas baru
dalam masyarakat, yaitu kaum borjuis yang menguasai sarana produksi karena
penguasaan modal bertimbun di tangan mereka. Di sebelahnya sebagian besar
masyarakat kota hidup sebagai buruh yang tenaga kerjanya diperas dan semakin
miskin. Kekayaan yang dihasilkan karena
kerja keras kaum pekerja ini hanya bisa
dinikmati oleh kaum borjuis kapitalis yang
jumlahnya tidak besar. Dari waktu ke waktu kesenjangan sosial dan ekonomi
semakin kentara. Ketika itulah individualisme tumbuh. Maka penting untuk
diketahui bahwa pemikiran ekonomi kaum perintis sosialis merupakan langkah awal
dalam menentang para kaum kapitalis yang sangat merugikan kaum buruh.
B.
Pemikiran
ekonomi mazhab sosialisme
Kritik yang dikemukakan oleh mazhab
sosialis berhubungan dengan doktrin laissez faire dengan pengendalian tangan
tak kentara (invisible hand) dan intervensi pemerintah. Pemikiran yang dibahas
adalah tentang teori nilai, pembagian kerja, teori kependudukan, dan the law of
deminishing return, dan kritiknya karena asumsi bahwa negaralah yang berhak
untuk mengatur kekayaan bangsa.
Para pengritik mazhab klasik
terutama dari Lauderdale, Sismonde, Carey, List dan Bastiat. Lauderdale
mengajukan kritik bahwa nilai barang ditentukan oleh kelangkaan dan permintaan,
sedangkan Muller dan List melihat bahwa nilai barang ditentukan juga tidak
hanya oleh modal fisik, tetapi juga oleh modal spiritual dan modal mental.
Demikian juga Carey melihat tentang
teori nilai dari segi teori biaya reproduksi, sedangkan Bastiat bahwa
faktor-faktor yang menentukan nilai barang adalah besarnya tenaga kerja yang
dikorbankan pada pembuatan barang, menurut beliau hal-hal yang menjadi karunia
alam tidak mempunyai nilai, kecuali telah diolah manusia.
Sismonde mengajukan keberatan
terhadap teori kependudukan Malthus, dan tidak mungkin dapat dikendalikan
dengan cara-cara yang dikemukakan Malthus, sebab sangat tergantung pada kemauan
manusia dan kesempatan kerja, dan kawin yang selalu dikaitkan dengan kemampuan
ekonomi. Mesin mempunyai fungsi untuk menggantikan tenaga kerja manusia, aspek
mesin tidak selalu mempunyai keuntungan dalam meningkatkan kekayaan bangsa.
Carey berpendapat pertambahan modal lebih cepat dari pertambahan penduduk.
Sismonde berpendapat bahwa pembagian
kerja skala produksi menjadi semakin besar dan tidak dapat dikendalikan
sehingga terjadi kelebihan produksi. Muller berpendapat bahwa pembagian kerja
telah membawa pekerjaan ke dalam perbudakan dan tenaga kerja menjadi mesin.
Pemikiran List bukan pembagian kerja yang paling penting tetapi mengetahui dan
menggunakan kekuatan-kekuatan produktif dalam usaha meningkatkan kekayaan
bangsa.
Pemikiran John Stuart Mill banyak
dipengaruhi oleh Jeremy Bentam yang beraliran falsafah utilitarian, bebannya
sangat berat dalam mempelajari falsafah, politik dan ilmu sosial, yang
menjadikan mental breakdown. Kritik terhadap ekonomi klasik terutama pada
Smith, Malthus dan Ricardo, dipelajari oleh Mill. Sementara itu pemikiran
ekonomi sosialis mulai berkembang, dasar sistem ekonomi klasik adalah laissez
faire, hipotesis kependudukan Malthus, hukum lahan yang semakin berkurang,
teori dana upah mendapat tantangan. Dalam era inilah pemikiran Mill dituangkan
dalam bukunya yang berjudul Principle of Political Economy, dengan pemikiran
yang eklektiknya.
Sumbangan yang paling besar Mill
adalah metode ilmu ekonomi yang bersifat deduktif dan bersama dengan metode
induktif. Karena hipotesisnya belum didukung dengan data empirik, di samping
itu pembahasannya tentang teori nilai tidak melihat dari biaya produksi, tetapi
telah menggunakan sisi permintaan melalui teori elastisitas. Mill menjelaskan
bahwa hukum yang mengatur produksi lain dengan hukum distribusi pendapatan,
juga memperkenalkan human capital investment yaitu keterampilan, kerajinan dan
moral tenaga kerja dalam meningkatkan produktivitas.
Perkataan
Utopis berasal dari judul buku Thomas More dalam tahun 1516 Tentang Keadaan
Negara yang Sempurna dan Pulau Baru yang Utopis. Francis Bacon dalam bukunya
Nova Atlantis (1623), dan Thomas Campanella (1623) dalam bukunya Negara
Matahari (Civitas Solis).
C.
Pemikiran
ekonomi mazhab sosialis yang diantaranya terdapat pemikiran ekonomi seperti :
1.
Ekonomi mazhab sosialisme utopis
Sosialis
utopis muncul semenjak abad ke XV ,Aliran ini muncul untuk membangun tatanan
masyarakat baru , membangun sosialis tanpa bertolak dari kehidupan nyata, tanpa
bertolak dari perjuangan kelas. Kaum sosialis utopis mendasari pandangan
pandangan sosialis semata hanya pada idealisme. Berikut ini pemikir-pemikir
sosialisme utopia:
a.
Thomas Moore (1478-1535)
b.
Giovani Domeninco Campanella (1568-1639)
c.
James Harrington (1611-1677)
2.
Ekonomi mazhab sosialisme komunitas bersama
Sosialis
komunitas bersama muncul sebagai gagasan perlunya sarana - sarana produksi
dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah atau negara.Perlunya peran pemerintah
membangun perusahaan – perusahaan dimana manajemen dan kepemilikannya dikuasai
oleh kaum buruh. Berikut ini pemikir-pemikir sosialisme komunitas bersama,
seperti:
a.
Saint Simon (1760-1825)
b.
Robert Owen (1771-1858)
c.
Charles Fourier (1772-1837)
d.
Louis Blanc
(1811-1882)
3.
Ekonomi mazhab sosialisme ilmiah
Sosiali
ilmiah didominasi oleh pemikiran ekonomi marxisme yang menggariskan tatanan
kehidupan ekonomi tanpa kelas, yang didalamnya kepemilikan sarana produksi
bersifat kolektif. Tujuan itu bisa dicapai dengan menghapuskan kepemilikan
pribadi dan mendistribusikan kekayaan beserta sumber-sumbernya kepada rakyat
banyak secara merata. Pandangan ini kemudian diperluas menjadi sistem nilai
yang mencakup semua aspek kehidupan. Apabila tidak demikian perubahan sosial
dalam ekonomi tidak bisa digerakkan. Berikut ini pemikir-pemikir sosialisme
ilmiah:
a.
Francois Noel Babeuf (1760-1797)
b.
Karl Marx (1818-1883)
D. Tanggapan pemikiran tokoh kaum perintis sosialis yang
sangat anti terhadap kaum kapitalis yang bersifat individualisme.
Para tokoh pemikir Sosialisme sangat
anti terhadap kapitalisme dan individualisme, karena meraka yang semakin kaya
itu adalah hanya kaum pemilik modal atau kaum kapitalis, dengan demikian
terjadi kesenjangan ataupun ketimpangan pola hidup, yaitu jurang yang semakin
dalam antara si kaya dan miskin. Sehingga para tokoh kaum sosialis menginginkan
pentingnya campur tangan pemerintah dalam peningkatan taraf hidup para buruh
dan menghapus kepemilikan modal oleh kaum borjuis.
Sosialisme merupakan doktrin yang
menyokong pemilikan dan pengawasan publik terhadap alat-alat produksi utama,
adapun tujuannya untuk mencapai distribusi barang yang lebih efisien dan adil.
Prinsip-prinsip ajaran Sosialisme
berakar pada transformasi ekonomi, sosial, dan
kultural Eropa selama abad 18 sampai 19. Ide pokok lahirnya adalah dari
suatu ketidakpuasan manusia yang terus-menerus akan kondisi eksistensinya.
Ketidakpuasan itu tercermin dalam hasrat
mereka untuk mengatasi berbagai rupa kelangkaan, ketidakadilan, dan persoalan
sosial serta kerinduan akan keadilan, kebahagiaan, dan kesempurnaan.
Secara garis besar, faktor-faktor
yang mendorong lahirnya Sosialisme:
1. Karena
adanya revolusi Industri
2. Karena
bangkitnya kaum borjuis (majikan) dan kaum proletariat (buruh)
3. Munculnya
pemikiran-pemikiran baru yang lebih terpelajar, dan lebih rasional terhadap
kehidupanmanusia & masyarakatnya.
4. Adanya
tuntutan-tuntutan berlakunya demokrasi dari hasil revolusi Perancis.
Perkembangan dan upaya semua
pengejaran terhadap kekayaan pribadi dianggap oleh mazhab Sosialisme sebagai
akar ketidakadilan diantara manusia, dan sebagai penyebab keruntuhan moral
serta buruknya orde masyarakat.
Kesimpulan
Konsep-konsep ekonomi dari kaum
perintis ditemukan terutama dalam ajaran-ajaran agama, kaidah-kaidah hukum, etika
atau aturan-aturan moral. Dalam hal sejarah pemikiran mengenai ekonomi sudah
ada sejak zaman kuno. Misalnya yang terlihat dari deklarasi filsafat, baik yang
berasal dari Plato, Aristoteles maupun Xenopon, tetapi dari catatan sejarah
pemikiran yang teratur dan analistis, ekonomi baru lahir sekitar abad ke-17.
Oleh karena pemikiran-pemikiran para
tokoh ekonomi dari mazhab klasik juga dinilai oleh para pemikir ekonomi
selanjutnya banyak kelemahan serta banyak merugikan masyarakat terutama banyak
merugikan kaum buruh, maka lahirlah mazhab baru yang dinamakan mazhab sosialis.
Mazhab sosialis seperti dapat
dikatakan lahir dan berkembang sebagai reaksi terhadap akibat buruk dari adanya
revolusi industry. Revolusi industry memang membawa kemajuan dan banyak kekayaan
, akan tetapi pada kenyataannya banyak dari rakyat terutama kaum buruh yang
hidupnya tetap miskin karena gaji buruh
bukan hanya sangat rendah tetapi selalu ditekan.
Pada zaman mazhab klasik yang kaya
terus semakin kaya. Mereka yang semakin kaya itu ialah hanya kaum pemilik modal
atau kaum kapitalis. Dengan demikian, terjadilah kesengsaraan atau ketimpangan
hidup seperti jurang yang semakin dalam adtara si kaya dan si miskin yang
semakin besar jumlahnya.
Kritik yang dikemukakan oleh mazhab
sosialis berhubungan juga dengan doktrin laissez faire dengan pengendalian
tangan tak kentara (invisible hand) dan intervensi pemerintah. Pemikiran yang
dibahas adalah tentang teori nilai, pembagian kerja, teori kependudukan, dan
the law of deminishing return, dan kritiknya karena asumsi bahwa negaralah yang
berhak untuk mengatur kekayaan bangsa.
Ada beberapa faktor-faktor
yang mendorong lahirnya mazhab Sosialisme:
1. Karena
adanya revolusi Industri
2. Karena
bangkitnya kaum borjuis (majikan) dan kaum proletariat (buruh)
3. Munculnya
pemikiran-pemikiran baru yang lebih terpelajar, dan lebih rasional terhadap
kehidupanmanusia & masyarakatnya.
4. Adanya
tuntutan-tuntutan berlakunya demokrasi dari hasil revolusi Perancis.
Las Vegas' Wynn Casino - JTM Hub
BalasHapusCasino. Wynn is a $4 billion resort septcasino.com with four filmfileeurope.com hotel aprcasino towers with 5,750 rooms and suites. Each of the hotel towers includes a 20,000 www.jtmhub.com square foot 출장마사지 casino and a